Tuesday, August 9, 2016

SEJARAH DESA

Bangkalan adalah salah kota yang berada di Pulau Madura Kota Bangkalan Provinsi Jawa Timur. Kota Bangkalan ini terdiri dari beberapa Kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Galis. Salah satu desa yang berada di Kecamatan Galis adalah Desa Sadah. Desa Sadah berlokasi di kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Batas-batas Desa Sadah terletak di sebelah utara berbatasan dengan Desa Sorpa, Kecamatan Galis, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Banjar, Kecamatan Galis, sebelah timur berbatasan dengan Desa Banjar, Kecamatan Galis, sebelah barat berbatasan dengan Desa Bang Pindah, Kecamatan Galis.
Desa Sadah mempunyai luas wilayah ±11813, 77 Ha yang terdiri dari lima dusun, antara lain :
    1. Dusun Sadah Laok
    2. Dusun Ru’-Buru’
    3. Dusun Nangke’
    4. Dusun Tonggur
    5. Dusun Gunung Burung
Konon menurut cerita leluhur dan sesepuh, desa Sadah berasal dari kisah seorang nenek tua yang tiba-tiba datang untuk meminta air minum pada warga desa, namun warganya tidak memberi air kepada nenek tersebut. Setelah itu nenek merasa sakit hati dan akhirnya nenek tua tersebut mengucapkan kalimat yang berisi kutukan “ Aku doakan untuk desa ini tidak akan pernah mendapat sumber mata air”. Setelah itu nenek itu pergi dan masyarakat tidak terlalu menghiraukannya perkataan nenek itu, mereka menganggap itu semua hanyalah omong kosong.
Beberapa bulan kemudian salah warga desa ingin membuat sumur untuk sumber mata air bersih, tetapi ternyata setelah setelah dilakukan pengeboran yang cukup dalam warga desa tersebut tidak menemukan tanda-tanda adanya sumber mata air. Akhirnya warga  desa mencoba melakukan pengeboran kembali di tempat-tempat yang berbeda, namun tetap saja hasilnya sama saja yaitu warga dibuat kecewa karena tidak menemukan sumber mata air dan semua yang dilakukan warga desa sia-sia. Akhirnya salah satu warga desa teringat dengan perkataan nenek tua yang pernah meminta air untuk diminum, sehingga warga desa menyadari bahwa ini benar-benar sebuah kutukan. Setelah itu, satu-satunya cara warga desa untuk mendapatkan air mereka harus menunggu musim hujan untuk ditampung sebagai pasokan air bersih. Akhirnya, warga desa menamai desanya dengan sebutan “Desa Sadah” yang berarti “Menadah” karena sejak kejadian nenek tua itu warga desa selalu menadah air hujan untuk dijadikan sebagai pasokan air bersih.
Setelah bertahun-tahun Desa Sadah mulai mengalami perkembangan sedkiti demi sedikiti. Akhirnya masyarakat bisa bernafas dengan lega karena beberapa tahun kemudian pemasokan air bersih bisa didapatkan dengan mudah melalui kerjasama dengan Desa Sorpa. Namun ini tidak bertahan lama karena Desa Sorpa memutuskan kontrak dengan Desa Sadah, karena orang yang memiliki wewenang dalam penyaluran air bersih meninggal dunia. Kontrak antara Desa Sorpa dengan Desa Sadah hanya berlangsung selama 4 tahunan. Akhirnya kepala Desa Sadah mencari solusi dengan cara mengebor untuk mendapatkan pasokan air bersih dan untuk saat ini masyarakat desa Sadah masih tetap menadah air hujan sebagai cadangan air bersih jika kemarau datang.

1 comment:

  1. Bangkalan adalah salah kota yang berada di Pulau Madura Kota Bangkalan Provinsi Jawa Timur.

    Seharusnya penulisan kata kota adalah kabupaten, karena jika di tulis kota bangkalan harusnya secara administratif wilayah Kecamatan Bangkalan terbagi menjadi 13 Desa/kelurahan, dengan luas 3501,78 Km2 atau 35,02 Ha, pada ketinggian 5 m dari permukaan laut.

    Psy-kkn#30

    ReplyDelete